Reporting

SelmaShafaSandhika

Perbedaan Manajer dan Pemimpin

Klik to tes manager: Apakah Saya Manager?
Klik to tes leader: Apakah saya Leader?
Diskursus tentang perbedaan pemimpin (leader) dan manajer memang tidak ada habisnya.  Salah satu sebabnya adalah satu peran tersebut tidak mungkin dilakukan tanpa keberadaan peran lain. Pemimpin yang tidak bisa mengelola (to manage) akan gagal dalam kepemimpinannya, sementara manajer yang tidak bisa memimpin (to lead) akan gagal dalam aktivitas manajerialnya. Namun sesungguhnya pemimpin (leader) dan manajer merupakan dua konsep yang berbeda dan terdapat perbedaan diantara keduanya. 



Manajer

·         Mengelola
·         Dapat di cetak
·         Memelihara
·         Memfokuskan pada sistem dan struktur
·         Mengandalkan kontrol
·         Berorientasi jangka pendek
·         Bertanya bagaimana dan kapan
·         Berorientasi pada hasil
·         Meniru
·         Menerima status quo
·         Seperti tentara yang siap selalu diperintah
·         Melakukan dengan benar
Pemimpin

·         Berinovasi
·         Tidak dapat di cetak
·         Mengembangkan
·         Memfokuskan pada orang-orang (bawahan)
·         Menumbuhkan kepercayaan
·         Memiliki perspektif jangka panjang
·         Bertanya apa dan mengapa
·         Berorientasi pada peluang-peluang masa depan
·         Menciptakan
·         Menentang status quo
·         Adalah dirinya sendiri
·         Melakukan hal yang benar




Suatu saat nanti mungkin Anda naik pangkat, baik sebagai manajer maupun seorang pemimpin. Namun apakah Anda pernah bertanya-tanya apa yang membedakan seorang pemimpin, dan manajer? Anda tidak sendirian. Berikut adalah beberapa perbedaan antara manajer dan pemimpin dilansir dari 
payscale Sabtu



Share:

Laporan 30 September 2018


Link to trello: Laporan Tanggal 30 MD
Link to Drive: Spreadsheet





Laporan 30 September 2018
bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan, pada dasarnya fakta yang disajikan itu berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si pelapor. Fakta yang disajikan merupakan bahan atau keterangan  untuk informasi yang dibutuhkan, berdasarkan keadaan objektif yang dialami sendiri oleh si pelapor (dilihat, didengar, atau dirasakan sendiri) ketika si pelapor telah  melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan.

1. Kontrol Kecukupan Produk di Store

Data Purchase Plan  - request dari toko SBJ Cisauk bisa di akses di Lokal Network
menggunakan jalur WIFI PT.Bangun Jaya Cemerlang perkasa

http://192.168.0.31/erec/




User admin
Password  : admin




Referensi number Kode Purchase Plan - ( RS - XXXX  ) 
sinkron dengan kode PO Turboly - ( PO/SBJ/XXXXX ), 



mudah untuk melakukan audit dokumen di kemudian hari jika di butuhkan.

dari data tersebut, untuk service level supplier rata rata 80%
Staff Toko di harap untuk konsisten melakukan Cycle Count,  tujuannya adalah menghindari kekosongan barang dalam masa tunggu ( Lead time) 


2. Evaluasi Produk Lama dan Up to Date dengan Produk Baru



Pompa air Waterplus ready @sbj Cisauk

  • Booster



  • Shallow
  • Semi jet
  • Submersible


Paket Closet Murah berkualitas :

  • Paket Roca + Smartwasher
  • Paket Wasser + Wastafel





untuk Kunci item baru yang masuk adalah Handle Black Series Dekkson :







Merchandising mix
Promo filter air di satukan dengan promo pompa air diarea depan kasir
Tujuan :

  1. Meningkatkan penjualan barang dengan nilai besar
  2. Impulse buying
  3. Refresh Image display area
  4. Project 



yg di lakukan di Dept Plumbing Sanitary adalah, menjaga konsistensi stok utk item yang saling melengkapi, Seperti Pompa di lengkapi dengan accecories pendukung.
Proses pengecetan parator Display fitting

pembatas fitting warna abu


Display item clearance sales oulu


Data Promo Approved

Closet Roca dan Wasser

Introduction : New item



Semua data Promosi akan secara konsisten di info ke Duty manager 



Promo Clearance Plumbing 






Komunikasi mengenai ordering barang akan sangat efeftif jika system sudah berjalan optimal

Training PK Solar waterheater
sudah di sampaian secara teori dan List Barang basic bisa diakses di link tersebut


Share:

MOM: Marlin Solid,MD,HRD



Minutes Of Meeting : Sabtu,29 Sept 2018
  1. Provide Data YTD sell in 2017 dan 2018
  2. Discount reguler di po harus di define
  3. utk pengiriman paling cepat 14 hk
  4. Refresh Display endcape sbj cisauk, tehnis display,ukuran gondola dan pengiriman mockup akan di konfirmasi kemudian.
  5. hrd : Tingkat kehadiran Spg dan afirmasi mekanisme pelaporan absensi 
  6. Training Product Knowledge Solid
Share:

Hubungan Kelelahan Kerja Dengan Produktivitas Kerja Karyawan


klik : Materi Kelelahan.pdf
Terdapat hubungan yang negatif dan signifikan dari
kelelahan kerja karyawan terhadap produktivitas kerja karyawan. Korelasi negatif
menunjukkan hubungan variabel kelelahan kerja dan produktivitas kerja
berlawanan, artinya jika kelelahan kerja meningkat maka produktivitas kerja
akan menurun. Adapun nilai r kuadrat dari uji regresi linier sebesar 0,208 yang
berarti kelelahan kerja berpengaruh sebesar 20.8% terhadap produktivitas
kerja karyawan. Sisanya 79.2% produktivitas kerja dipengaruhi oleh faktor
lain baik internal seperti: umur, tempramen, motivasi, dan juga faktor
eksternal seperti: kondisi fisik pekerjaan, lingkungan sosial, dan upah. Maka
dapat disimpulkan, terdapat hubungan yang cukup erat antara kelelahan kerja
terhadap produktivitas kerja karyawan

Share:

Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Motivasi Dan Kepuasan Kerja Serta Kinerja Karyawan


  • RUMUSAN MASALAH
klik : Materi BudayaPerusahaan.pdf
1. Apakah Budaya organisasi berpengaruh terhadap Kepuasan kerja ?
2. Apakah Budaya organisasi berpengaruh terhadap Motivasi
3. Apakah Motivasi berpengaruh terhadap Kepuasan kerja ?
4. Apakah Budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja ?
5. Apakah Motivasi berpengaruh terhadap Kinerja ?
6. Apakah Kepuasan kerja berpengaruh terhadap Kinerja?
LANDASAN TEORI
Budaya Organisasi

Dalam kehidupan sehari-hari seseorang tidak akan terlepas dari lingkungannya.
Kepribadian seseorang akan dibentuk pula oleh lingkungannya dan agar kepribadian
tersebut mengarah kepada sikap dan perilaku yang positif tentunya harus didukung
oleh suatu norma yang diakui tentang kebenanrannya dan dipatuhi sebagai pedoman
dalam bertindak. Pada dasarnya manusia atau seseorang yang berada dalam
kehidupan organisasi berusaha untuk menentukan dan membentuk sesuatu yang
dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak, agar dalam menjalankan
aktivitasnya tidak berbenturan dengan berbagai sikap dan perilaku dari masing-
masing individu. Sesuatu yang dimaksud tidak lain adalah budaya dimana individu
berada, seperti nilai, keyakinan, anggapan, harapan dan sebagainya.
Glaser et al. (1987); Budaya organisasi seringkali digambarkan dalam arti yang
dimiliki bersama. Pola-pola dari kepercayaan, simbol-simbol, ritual-ritual dan mitos-
mitos yang berkembang dari waktu ke waktu dan berfungsi sebagai perekat yang
menyatukan organisasi. Beraneka ragamnya bentuk organisasi atau perusahaan,
tentunya mempunyai budaya yang berbeda-beda hal ini wajar karena lingkungan
organisasinya berbeda-beda pula misalnya perusahaan jasa, manufaktur dan trading.
Hofstede (1986:21); Budaya merupakan berbagai interaksi dari ciri-ciri kebiasaan
yang mempengaruhi kelompok-kelompok orang dalam lingkungannya. Menurut
Beach (1993:12); Kebudayaan merupakan inti dari apa yang penting dalam
organisasi. Seperti aktivitas memberi perintah dan larangan serta menggambarkan
sesuatu yang dilakukan dan tidak dilakukan yang mengatur perilaku anggota. Jadi
budaya mengandung apa yang boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan sehingga
dapat dikatakan sebagai suatu pedoman yang dipakai untuk menjalankan aktivitas
organisasi. Pada dasarnya Budaya organisasi dalam perusahaan merupakan alat
untuk mempersatukan setiap invidu yang melakukan aktivitas secara bersama-sama.
Kreitner dan Kinicki (1995:532); mengemukakan bahwa budaya orgainsasi adalah
perekat social yang mengingat anggota dari organisasi. Nampaknya agar suatu
karakteristik atau kepribadian yang berbeda-beda antara orang yang satu dengan
orang yang lain dapat disatukan dalam suatu kekuatan organisasi maka perlu adanya
prekat sosial.
Pendapat Bliss (1999) mengatakan bahwa didalam budaya terdapat kesepakatan
yang mengacu pada suatu sistem makna secara bersama, dianut oleh anggota
organisasi dalam membedakan organisasi yang satu dengan yang lainnya. Lain
halnya dengan Robbins (1996:289); budaya organisasi merupakan suatu persepsi
bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi, dan merupakan suatu sistem
makna bersama.
Mengingat budaya organisasi merupakan suatu kespakatan bersama para
anggota dalam suatu organisasi atau perusahaan sehingga mempermudah lahirnya
kesepakatan yang lebih luas untuk kepentingan perorangan. Keutamaan budaya
organisasi merupakan pengendali dan arah dalam membentuk sikap dan perilaku
manusia yang melibatkan diri dalam suatu kegiatan organisasi. Secara individu
maupun kelompok seseorang tidak akan terlepas dengan budaya organisasi dan pada
umumnya mereka akan dipengaruhi oleh keaneka ragaman sumber-sumber daya yang
ada sebagai stimulus seseorang bertindak
Kartono (1994 :138); mengatakan bahwa bentuk kebudayaan yang muncul pada
kelompok-kelompok kerja di perusahaan-perusahaan berasal dari macam-macam
sumber, antara lain : dari stratifikasi kelas sosial asal buruh –buruh/pegawai, dari
sumber-sumber teknis dan jenis pekerjaan, iklim psikologis perusahaan sendiri yang
diciptakan oleh majikan, para direktur dan manajer-manajer yang melatarbelakangi
iklim kultur buruh-buruh dalam kelom pok kecil-kecil yang informal. Hidayat (2002);
we were all born of human beings and then grew up by social upbringing with
culture environment. Since cultures always process plural nation language,
tradition and relegion are indispensably diverse.
Molenaar (2002), Kotter dan Heskett (1992); Budaya mempunyai kekuatan
yang penuh, berpengaruh pada individu dan kinerjanya bahkan terhadap lingkungan
kerja. Buchanan dan Huczyski (1997:518); elemen-elemen budaya organisasi atau
perusahaan adalah nilai-nilai, kepercayaan-kepercayaan, pendapat-pendapat, sikap-
sikap dan norma-norma.
Berbagai tindakan yang dilakukan oleh seseorang tentunya berbeda-beda dalam
bentuk perilakunya. Dalam organisasi implementasi budaya dirupakan dalam bentuk
perilaku artinya perilaku individu dalam organisasi akan diwarnai oleh budaya
organisasi yang bersangkutan. Arnold dan Feldman (1986:24); perilaku individu
berkenaan dengan tindakan yang nyata dilakukan oleh seseorang dapat diartikan
bahwa dalam melakukan tindakan seseorang pasti akan tidak terlepas dari
perilakunya.
Motivasi
Berbagai usaha yang dilakukan oleh manusia tentunya untuk memenuhi
keinginan dan kebutuhannya, namun agar keinginan dan kebutuhannya dapat
terpenuhi tidaklah mudah didapatkan apabila tanpa usaha yang maksimal. Mengingat
kebutuhan orang yang satu dengan yang lain berbeda-beda tentunya cara untuk
memperolehnya akan berbeda pula. Dalam memenuhi kebutuhannya seseorang akan
berperilaku sesuai dengan dorongan yang dimiliki dan apa yang mendasari
perilakunya, untuk itu dapat dikatakan bahwa dalam diri seseorang ada kekuatan

yang mengarah kepada tindakannya. Teori motivasi merupakan konsep yang bersifat
memberikan penjelasan tentang kebutuhan dan keinginan seseorang serta
menunjukkan arah tindakannya. Motivasi seseorang berasal dari interen dan eksteren.
Herpen et al. (2002); hasil penelitiannya mengatakan bahwa motivasi seseorang
berupa intrinsik dan ekstrinsik Sedangkan Gacther and falk (2000), Kinman and
Russel (2001); Motivasi intrinsik dan ekstrinsik sesuatu yang sama-sama
mempengaruhi tugas seseorang. Kombinasi insentive intrinsik dan ekstrinsik
merupakan kesepakatan yang ditetapkan dan berhubungan dengan psikologi
seseorang.
Berbagai teori motivasi yang ada salah satunya adalah Porter Lawler Model.
Persoalan antara kepuasan kerja dan kinerja muncul sejak adanya gerakan hubungan
antar manusia. Sebenarnya dalam teori muatan tersirat adanya bahwa kepuasan
mengarah kepada kinerja dan tidak kepuasan menurunkan kinerja. Porter Lawler
menyatakan bahwa proses kognitif dalam persepssi memainkan suatu peran sentral
bahwa hubungan antara kepuasan dan kinerja berhubngan secara langsung dengan
suatu model motivasi.
Menurut Mondy and Noe (1996:358); Direct financial compensation consist of
the pay that a person receives in the form of wages salaries, bonuses and
commissions. Indirect financial compensation (benefits) includes all financial
rewards that are not included direct compensation.
Kompensasi non keuangan terdiri dari kepuasan yang diterima oleh seseorang
dari tugas atau dari psikologi dan atau lingkungan phisik dimana seseorang bekerja.
Pada saat-saat tertentu seseorang dalam menerima kompensasi akan mengukur
penerimaannya dengan bentuk nonfinancial atau financial hal ini tergantung pada
tingkat kebutuhan yang dimilikinya.
Werther and Davis (1996:381); Manajemen kompensasi berusaha keras
membuat keadilan luar dan dalam. Internal menghendaki keadilan nilai pembayaran
relatif sama dengan tugas yang diterima sedangkan eksternal adalah pembayaran
pekerja sebanding dengan pembayaran oleh perusahaan lain dipasaran tenaga kerja.
Jadi kompensasi berusaha untuk memberikan kewajaran terhadap pembayaran-
pembayaran yang diterima oleh pekerja baik dilihat dari dalam perusahaan maupun
dari luar perusahaan. Tjosvold et al. (2003); Reward and task system are potentially
very critical for inducing cooperative conflict.
Kepuasan Kerja
Pada dasarnya bahwa seseorang dalam bekerja akan merasa nyaman dan tinggi
kesetiannya pada perusahaan apabila dalam bekerjanya memperoleh kepuasan kerja
sesuai dengan apa yang diinginkan. Khususnya di Perusahaan manufaktur kepuasan
kerja sangat didambakan oleh semua pihak, karena dalam perusahaan manufaktur
kegiatan dimulai dari pengadaan bahan baku sampai menjadi barang jadi penuh
dengan tantangan baik secara psikologi maupun jasmani. Kepuasan kerja itu sendiri
sebenarnya mempunyai makna apa bagi seorang pekerja ?, ada dua kata yaitu
kepuasan dan kerja. Kepuasan adalah sesuatu perasaan yang dialami oleh seseorang
Share:

Riset: Jam Kerja Pendek Bikin Karyawan Lebih Produktif

Riset dari Harvard University menyatakan bekerja dengan waktu yang panjang hanya akan membuat kondisi kejiwaan seseorang memburuk (mental illness). Laporan tersebut menyebutkan, dengan bekerja hanya beberapa jam saja, maka akan bermanfaat bagi bisnis dan kesehatan, kepuasaan, manajemen waktu yang baik, serta kemampuan untuk fokus yang lebih tajam.







Share:

Meeting Supplier : AER

Supplier meeting Point :
1. Display aer eta mid oktober
2. Info new item
3. Achievement result :  Yellow Code



Share:

Hasan Al-Bashri

  1. Aku tahu bahwa rezekiku tidak akan jatuh ke tangan orang lain, maka hatiku menjadi tenang.
  2. Aku tahu bahwa tugasku tidak akan dikerjakan orang lain, maka aku sibukkan diriku dengannya.
  3. Aku tahu bahwa Allah selalu melihatku, maka aku malu jika aku menjatuhkan diriku dalam lumpur dosa.
  4. Aku tahu bahwa ajal itu pasti datang, maka aku selalu bersiap2 menantinya.

La Tahzan

Terimalah rezeki, isteri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, dan jabatan Anda hari ini dengan penuh keridhaan. Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian dan kebencian. .

Definition List

Definition life
God grant me the serenity to accept the things I cannot change .
the courage to change the things I can
and the wisdom to know the difference.

Support

Tinta pena telah mengering, lembaran-lembaran catatan ketentuan telah disimpan setiap perkara telah diputuskan dan takdir telah ditetapkan Maka, Katakanlah: Sekali-kali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. La Tahzan Aidh al-Qarni.